Pages

Monday, 23 July 2012

Jangan Menilai Buku dari Sampulnya



Sampul adalah bagian yang paling menarik dari deretan buku yang dipajang di etalase, dan tentu saja apa yang kemudian menjadi penarik perhatian kita pertama kali adalah sampul-sampul tersebut, kulit yang menyelubungi isi buku.

Saya sendiri tahu bahwa sampul tidak dibuat oleh orang yang sama dengan yang mengarang isi buku, namun entah mengapa sampul selalu setidaknya mengambil posisi sebagai patokan. Sebuah paradigma yang sulit dihilangkan. Meski kita tahu apa yang ada di dalam tidak selalu tercermin dengan apa yang tampil di luar, namun kita telah memiliki sebuah definisi yang menjabarkan bahwa setidaknya penampilan luar sedikit menerangkan apa yang bisa kita temukan di dalam, dan saya rasa ini tidak sepenuhnya keliru.

Uniknya, kehidupan selalu memiliki kejutan-kejutan, bahwa apa yang akan kita temukan di dalam, tidak pernah kita duga dengan hanya melihat sisi luar. Dan bersiaplah, karena kejutan tersebut bisa jadi bagian-bagian paling ekstrem dari masing-masing sisi mata uang.

No comments:

Post a Comment